Jenewa, Swiss - Memasyarakatkan broadband juga menjadi impian Indonesia. Bahkan Menkominfo Tifatul Sembiring telah memiliki target mentereng pada tahun 2015 mendatang, dimana seluruh wilayah Tanah Air diharapkan sudah terselimuti koneksi internet berkecepatan tinggi tersebut.
![]()
Ditemui di sela-sela ITU Telecom World 2011 yang berlangsung di Palexpo Expo Jenewa, Swiss, Tifatul mengklaim bahwa di Indonesia sudah ada 27 propinsi yang terkoneksi dengan broadband.
"Yang belum tinggal wilayah Papua, Maluku, dan Maluku Utara itu belum tersambung," tukasnya.
"Jadi nanti kita lihatlah dan kita timbang (bagaimana pengembangan selanjutnya), karena yang kita bangun itu kan fiber optik broadband yang dijadikan suatu backbone jaringan," lanjut menteri.
Pengguna internet di Indonesia sendiri saat ini diestimasi sudah berada di angka 45 juta pengguna. Jumlah netter ini terbilang cepat melonjak, hingga infrastruktur jaringan dianggap belum bisa mengimbangi percepatan pertumbuhan pengguna.
"Infrastruktur tidak bisa dibangun secara eksponensial begitu saja layaknya pertumbuhan pengguna. Tetapi dibangun secara deret hitung biasa, deret ukur saja kita tidak terkejar," tukasnya.
Meski dari infrastruktur mengaku keteteran, namun pemerintah tidak ingin gegabah dengan lantas membuat kebijakan broadband yang praktis pula. Hal itu dinilai harus dilakukan secara matang dan terencana.
"Jadi kita perlu merencanakan dengan sangat matang untuk pembangunan broadband Indonesia ini. Dan target saya tahun 2015 seluruh Indonesia itu sudah broadband".
"Berbeda dengan yang di 27 propinsi, itu kan bagian dari Palapa Ring. Tapi kalau yang ditargetkan pada 2015 itu broadband yang sudah masuk ke kota-kota sudah sampai last mile," Tifatul menandaskan.
Adapun kehadiran Menkominfo di ITU Telecom World sendiri bukan sesuatu yang mengagetkan. Sebab, acara ini memang mengundang para regulator telekomunikasi dari berbagai negara, vendor, dan analis untuk membahas berbagai isu seputar dunia telekomunikasi dunia.
Geliat industri telekomunikasi Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dengan keterlibatan ITU. Dimana organisasi yang berada di bawah naungan PBB ini yang mengatur semua standar yang digunakan.
"Mulai dari soal penggunaan slot frekuensi hingga untuk urusan satelit. Pengelolaannya itu semua terkait dengan ITU," pungkas Tifatul.
detikInet
No comments:
Post a Comment