Showing posts with label Satu-Satunya. Show all posts
Showing posts with label Satu-Satunya. Show all posts

Friday, October 14, 2011

Kandovan, Satu-satunya Desa Batu di Dunia

type='html'>
Kandovan adalah satu-satunya desa yang dibuangun sepenuhnya dari batu, semua rumah yang ada di desa tersebut dibangun dari batu yang terkadang sudah ada yang berumur 7 abad lamanya! Kota unik dari batu ini terletak di antara kota Osku dan Tabriz. Satu-satunya Hotel yang berada di tempat ini adalah The Kandovan Tourism Cliff Hotel adalah hotel terunik kedua di dunia dibawah satu2nya Hotel dari Gua dari Turki.





Menurut legenda, penduduk kota ini pertama kali datang untuk menghindari kejaran pasukan Mongol. Mereka lari dan menggali persembunyian di tebing batu vulkanis dan tinggal di sana, sampai bahkan bahaya sudah lewat. Tempat yang awalnya sebagai tempat bersembunyi berkembang menjadi rumah-rumah lengkap dengan dapur, kamar mandi, bahkan tempat berkumpul keluarga. Rumah-rumah di desa ini menggunakan kaca dengan warna indah untuk jendela rumah mereka.
Begitu Anda mendekati Kandovan dari kota Osku ataupun Tabriz, Anda akan disapa dengan pemandangan indah berupa hijaunya dedaunan pepohonan, sehingga Anda akan lupa bahwa Anda berada di Iran yang tandus dan kering. Semakin mendekat, Anda akan dibuat terpesona dengan bentuk rumah unik yang luar biasa indah.
Di setiap bagian di kota ini terdapat berbagai tanda yang menawarkan kunjungan kepada salah satu rumah dengan sejumlah biaya tertentu. Beberapa rumah yang ada sudah diubah menjadi kAndang kuda ataupun kAndang burung. Tapi banyak sekali rumah yang sama sekali tidak tersentuh modernisasi, membuat Anda akan terbawa nostalgia suasana kehidupan 7 abad lalu.
Penduduk Kandovan kebanyakan berprofesi petani atau penggembala Domba, tapi sumber pendapatan mereka datang dari turisme. Mereka menyadari potensi besar rumah kuno mereka dan mulai belajar hidup bersama dengan para pengelana dari seluruh dunia.
Pengunjung dapat memilih untuk tidur di Hotel Kandovan Tourism Cliff yang berbintang 5, dan terletak di jantung desa, atau di salah satu rumah pengunjung, asal Anda dapat berbahasa Farsi. Di sepanjang sungai yang membelah desa dari batu ini, terdapat banyak sekali cafe, di mana Anda bisa duduk menikmati secangkir Kopi atau segelas jus Zam-zam dingin, dengan angin lembut yang dipenuhi wanginya aroma bunga mawar.

Monday, October 10, 2011

Paus Narwhal, Satu-satunya Ikan Paus Bertanduk di Dunia

type='html'>

Narwhal (Monodon monoceros) adalah nama salah satu paus yg paling tidak diketahui manusia. Nama “narwhal” berasal dari bahasa Norse Kuno yg berarti “paus mayat”. Nama itu diberikan karena kebiasaannya yg kadang-kadang berenang tak bergerak di permukaan laut dengan posisi perut menghadap ke atas & warna tubuhnya yg bertotol-totol kelabu seperti pelaut yg tenggelam. Mereka diketahui hanya hidup di seluruh perairan Kutub Utara, tepatnya di Samudera Arktik. Narwhal adalah paus bergigi & termasuk karnivora yg memakan hewan-hewan laut seperti ikan, udang, atau cumi-cumi

Tanduk spiral narwhal yang misterius ternyata berfungsi sebagai sensor raksasa yang membantunya mengetahui kualitas air dan untuk “mencium” narwhal lainnya.



Tanduk paus narwhal yang panjangnya bisa mencapai 2,4 meter itu telah sejak lama menjadi teka-teki para ahli alam dan pemburu. Penjelasan mengenai fungsinya pun seringkali menimbulkan perdebatan, begitu kata Dr. Martin Nweeia, seorang peneliti Harvard School of Dental Medicine.

Menurut Nweeia, tanduk tersebut sepertinya memiliki kemampuan penginderaan hidrodinamik. Ia mengungkapkan hal ini dalam prsentasi di Konferensi mengenai Biologi Mamalia Laut di San Diego.




Narwhal (Monodon monoceros) adalah sejenis paus yang termasuk sangat langka. Panjang tubuhnya mencapai 4 hingga 4,5 meter, dan kebanyakan dijumpai di perairan lautan Artik sekitar Kanada, tapi kadang juga terlihat jauh ke timur hingga Rusia.

Tim Nweeia menemukan bahwa tanduk narwhal serupa dengan membran dengan permukaan yang amat sensitif. Ada sekitar 10 juta saraf yang terhubung ke permukaan tanduknya, guna mendeteksi perubahan suhu, tekanan, dan kadar garam air.

“Tidak ada sesuatu yang sebanding dengannya di alam dan tak ada yang lebih unik dari tanduk narwhal dalam hal bentuk, kenampakan, dan fungsinya.

Setiap paus narwhal (Monodon monoceros) juga menggunakan suara untuk berkomunikasi satu sama lain seperti halnya lumba-lumba atau ikan paus lainnya. Bahkan, masing-masing kemungkinan memiliki suara unik yang juga menunjukkan identitasnya.

Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa mamalia laut menggunakan sinyal suara untuk berkomunikasi satu sama lain di dalam air. Penelitian terakhir bahkan menunjukkan bahwa paus punya dialek.

Namun, belum banyak penelitian yang mempelajari identitas suara seperti yang diguankan paus narwhal. Para penelitinya yakin paus narwhal menggunakan suara untuk mengenali sesamanya dan membedakan satu individu dengan individu lainnya.

Hal tersebut disimpulkan para ilmuwan setelah mempelajari suara tiga ekor narwhal di Teluk Admiralty di Pulau Baffin, Kanada. Mereka menggunakan perekam elektronik yang ditempel di badan mamalia raksasa tersebut.

“Untuk pertama kalinya, kami benar-benar dapat mengikuti hewan tersebut kapan saja mereka bersuara dan ke mana saja mereka bergerak,” kata Ari Shapiro dari the Woods Hole Oceanographic Institution.

Meskipun salah satu alat perekamnya hilang, dua yang tersisa telah menunjukkan bentuk suara yang berlainan, berupa suara siulan dan denyutan. Shapiro menunjukkan bahwa kedua jenis suara bukanlah sinyal yang dipakai untuk bertukar informasi mengenai sumber makanan, tapi sekedar menunjukkan identitas individu dalam komunikasi sosial.

Apa yang dilakukan paus narwhal mirip dengan lumba-lumba hidung botol yang juga mengeluarkan suara siulan untuk berkomunikasi. Meskipun data-data mengenai komunikasi di antara paus narwhal masih minim, para ilmuwan yakin ia memiliki pendengaran yang sangat peka seperti halnya paus lainnya.

Mereka rutin melakukan migrasi hingga ribuan kilometer dan berkelompok. Maka dengan suara yang berbeda-beda, masing-masing dapat membedakan individu dalam kelompoknya atau kelompok lainnya. Hasil penelitian ini dimuat dalam Journal of Acoustical Society of America edisi September 2006.






sumber

Tuesday, September 20, 2011

Barra Airport, Satu-Satunya Pantai Untuk Umum Yang Digunakan Sebagai Bandara

type='html'>
Barra Airport adalah salah satu bandara dunia yang paling spektakuler dan indah, terletak di pulau Hebridean, Barra. Bandara itu sesungguhnya adalah pantai, yang digunakan sebagai bandara saat penerbangan dijadwalkan lepas landas dan mendarat di pantai. Artinya, diberikan tiga bandara landasan pacu yang tidak terendam di air pasang tinggi. Barra airport ada di dekat teluk dangkal Traigh Mhor, ujung utara Barra, pantai ini pertama kali digunakan sebagai lepas landas pesawat terbang sejak 14 Juni 1933. Pelayanan udara terjadwal ke dan dari Bandara Barra dimulai pada 7 Agustus 1936.
Pantai diatur menjadi tiga landasan pacu, ditandai dengan tiang-tiang kayu di ujungnya. Hal ini memungkinkan Twin Otter yang melayani bandara ke hampir selalu tanah menjadi angin. Pada saat air pasang, landasan pacu ini berada di bawah laut dan penerbangan harus dijadwal ulang secara teratur mengikuti pasang surut air . Jika mendarat darurat malam diperlukan kendaraan dengan lampu-lampu yang digunakan untuk menerangi landasan pacu dan strip reflektif diletakkan ke pantai.
Anehnya, pantai Barra juga terbuka untuk digunakan oleh masyarakt umum. Bahkan,menjadi tempat yang sangat populer untuk mencari tiram. Pengunjung pantai bisa mengetahui apakah bandara beroperasi dengan melihat apakah windsock sedang berkibar atau tidak.

Meskipun terbang dari atau keluar dari Barra terdengar seperti petualangan besar, bandara ini tunduk pada peraturan keselamatan yang sama seperti di tempat lain. Fasilitas termasuk layanan darurat modern, meski personel kru bandara di sini lebih sering melakukan pekerjaan seperti membantu lumba-lumba terdampar atau mengamankan/mengisolasi Traigh Mhor daripada melakukan pekerjaan apapun yang berhubungan dengan operasi pesawat.